Kontributor : Damanhuri / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam
GADING (05/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Gading, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan melalui Gerakan Ekoteologi. Program yang digencarkan pada Selasa (5/8/2026) ini mengintegrasikan nilai-nilai ajaran agama dengan kepedulian ekologis sebagai upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Gerakan Ekoteologi menjadi salah satu implementasi nyata KUA Kecamatan Gading dalam menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan penyuluhan, masyarakat diajak memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana diajarkan dalam Islam.
Kepala KUA Kecamatan Gading, Muchlison, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, alam adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang dalam kondisi yang baik.
“Menjaga kebersihan, menanam pohon, mengurangi sampah, serta menciptakan lingkungan yang asri merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Ekoteologi mengajarkan bahwa cinta kepada Allah juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap ciptaan-Nya,” ujar Muchlison.
Ia menjelaskan, KUA Kecamatan Gading bersama para Penyuluh Agama Islam dan seluruh civitas KUA secara berkelanjutan mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, majelis taklim, serta berbagai elemen sosial untuk membangun budaya yang ramah lingkungan. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam terus disampaikan dalam setiap kegiatan penyuluhan keagamaan sebagai bagian dari penguatan nilai keimanan dan tanggung jawab sosial.
Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, KUA Kecamatan Gading juga berupaya memberikan teladan melalui penataan lingkungan kantor yang lebih hijau, bersih, dan nyaman. Gerakan penghijauan, pengelolaan kebersihan, serta pemeliharaan lingkungan kerja menjadi wujud penerapan nilai-nilai Ekoteologi di lingkungan pelayanan publik.
Menurut Muchlison, Ekoteologi bukan sekadar program pelestarian lingkungan, melainkan gerakan moral yang menegaskan hubungan erat antara manusia dan alam. Menjaga bumi merupakan bentuk ibadah sekaligus tanggung jawab untuk memastikan keberlangsungan kehidupan. Sejalan dengan semangat “Merawat Alam, Menguatkan Iman”, KUA Kecamatan Gading berharap gerakan ini mampu menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan serta memperkuat sinergi antara nilai agama, kepedulian sosial, dan pelestarian alam demi masa depan yang berkelanjutan.

Leave a Reply