Author: KUA Gading

  • KUA Gading “Tetap Hadir Melayani”

    KUA Gading “Tetap Hadir Melayani”

    Kontributor : Damanhuri / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    Gading, 18 Agustus 2026 – Di tengah padatnya rangkaian kegiatan menyemarakkan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan perayaan, tetapi juga melalui semangat memberikan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    Kesibukan di bulan Kemerdekaan tidak menjadi penghalang bagi KUA Gading untuk terus menjalankan tugas dan fungsinya. Di sela-sela berbagai agenda dan kegiatan yang berlangsung, seluruh jajaran KUA Gading baik Kepala KUA, Tegana Administras, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam tetap mengedepankan kualitas pelayanan, memastikan kebutuhan masyarakat tetap tertangani dengan baik, cepat, ramah, dan penuh tanggung jawab.

    KUA Gading senantiasa mengedepankan seluruh bentuk dan jenis pelayanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat Zona Integritas menuju pelayanan yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta berbagai bentuk gratifikasi.

    Salah satu pesan yang terus digaungkan adalah slogan “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi). Pesan ini menjadi pengingat bersama, baik bagi jajaran KUA maupun masyarakat pengguna layanan, bahwa setiap pelayanan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Komitmen terhadap Zona Integritas bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam setiap proses pelayanan. Petugas memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, sementara masyarakat turut berperan dengan tidak memberikan gratifikasi.

    Momentum bulan Kemerdekaan menjadi semakin bermakna ketika semangat perjuangan para pahlawan diteruskan dalam bentuk perjuangan menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas. KUA Gading terus berupaya hadir untuk masyarakat dengan pelayanan yang ramah, cepat, transparan, profesional, dan berintegritas.

    Melalui komitmen tersebut, KUA Gading berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin kuat dan budaya integritas semakin tumbuh, sehingga setiap layanan benar-benar memberikan kemudahan, kepastian, dan manfaat bagi masyarakat.

  • Semarak Kemerdekaan, ASN KUA Gading Bersih-bersih Masjid se-Kecamatan Gading

    Semarak Kemerdekaan, ASN KUA Gading Bersih-bersih Masjid se-Kecamatan Gading

    Kontributor : Damanhuri / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    Gading, 10 Agustus 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gading melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid secara serentak di Empat titik Masjid yang berada di wilayah Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Senin (10/8/2026).

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan pengabdian ASN KUA Kecamatan Gading kepada masyarakat. Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, gerakan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat hubungan antara KUA dan masyarakat.

    Empat masjid yang menjadi lokasi kegiatan tersebut yakni Masjid Baiturrahman Desa Wangkal, Masjid Bin Idris Desa Mojolegi, Masjid Jawahirul Ma’ani Desa Gading Wetan, dan Masjid Ikromus Salam Desa Wangkal.

    Sejak pagi, para ASN KUA Kecamatan Gading, yang di Komandani Muchlison selaku Kepala KUA Kecamatan Gading bahu-membahu membersihkan berbagai bagian masjid dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan dilakukan dengan penuh semangat dan kekeluargaan, mulai dari membersihkan halaman, menyapu dan mengepel lantai, membersihkan area tempat wudu, merapikan lingkungan masjid, hingga memastikan kawasan rumah ibadah tampak bersih, rapi, dan nyaman digunakan oleh masyarakat.

    Gerakan ini tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan bangunan fisik masjid. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Momentum menyambut kemerdekaan pun terasa semakin bermakna ketika semangat pengabdian diwujudkan melalui aksi nyata. Para ASN KUA Kecamatan Gading menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

    “Melalui gerakan bersih-bersih masjid ini, kami ingin menyemarakkan momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Masjid adalah pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat, sehingga kebersihan dan kenyamanannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” demikian semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan di empat masjid ini juga diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid secara berkelanjutan. Dengan lingkungan masjid yang bersih, sehat, dan nyaman, masyarakat diharapkan semakin betah untuk beribadah serta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.

    Gerakan Bersih-Bersih Masjid KUA Kecamatan Gading menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pengabdian dan kepedulian. Dari masjid, dari lingkungan masyarakat, dan dari aksi sederhana yang dilakukan bersama, semangat gotong royong terus dirawat untuk membangun masyarakat yang semakin peduli, religius, dan harmonis.

    Bersih masjidnya, nyaman ibadahnya, kuat gotong royongnya, semangat kemerdekaannya.

  • Implementasi Gerakan Ekoteologi, KUA Gading Lestarikan Penghijauan dan Lingkungan Asri

    Implementasi Gerakan Ekoteologi, KUA Gading Lestarikan Penghijauan dan Lingkungan Asri

    Kontributor : Damanhuri / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    GADING (05/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Gading, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan melalui Gerakan Ekoteologi. Program yang digencarkan pada Selasa (5/8/2026) ini mengintegrasikan nilai-nilai ajaran agama dengan kepedulian ekologis sebagai upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

    Gerakan Ekoteologi menjadi salah satu implementasi nyata KUA Kecamatan Gading dalam menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan penyuluhan, masyarakat diajak memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana diajarkan dalam Islam.

    Kepala KUA Kecamatan Gading, Muchlison, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, alam adalah amanah Allah SWT yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang dalam kondisi yang baik.

    “Menjaga kebersihan, menanam pohon, mengurangi sampah, serta menciptakan lingkungan yang asri merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Ekoteologi mengajarkan bahwa cinta kepada Allah juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap ciptaan-Nya,” ujar Muchlison.

    Ia menjelaskan, KUA Kecamatan Gading bersama para Penyuluh Agama Islam dan seluruh civitas KUA secara berkelanjutan mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, majelis taklim, serta berbagai elemen sosial untuk membangun budaya yang ramah lingkungan. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam terus disampaikan dalam setiap kegiatan penyuluhan keagamaan sebagai bagian dari penguatan nilai keimanan dan tanggung jawab sosial.

    Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, KUA Kecamatan Gading juga berupaya memberikan teladan melalui penataan lingkungan kantor yang lebih hijau, bersih, dan nyaman. Gerakan penghijauan, pengelolaan kebersihan, serta pemeliharaan lingkungan kerja menjadi wujud penerapan nilai-nilai Ekoteologi di lingkungan pelayanan publik.

    Menurut Muchlison, Ekoteologi bukan sekadar program pelestarian lingkungan, melainkan gerakan moral yang menegaskan hubungan erat antara manusia dan alam. Menjaga bumi merupakan bentuk ibadah sekaligus tanggung jawab untuk memastikan keberlangsungan kehidupan. Sejalan dengan semangat “Merawat Alam, Menguatkan Iman”, KUA Kecamatan Gading berharap gerakan ini mampu menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan serta memperkuat sinergi antara nilai agama, kepedulian sosial, dan pelestarian alam demi masa depan yang berkelanjutan.