Author: KUA Sumber

  • Hari Pertama Bertugas, Kepala KUA Sumber Gelar Rakor dan Ajak ASN Perkuat Pelayanan Masyarakat

    Hari Pertama Bertugas, Kepala KUA Sumber Gelar Rakor dan Ajak ASN Perkuat Pelayanan Masyarakat

    Kontributor : Khoirul Anam | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    SUMBER, (07/09/2026) — Mengawali hari pertama bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber, Munaamul Azizid, S.Ag.,M.Pd., langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Sumber, Senin (7/9/2026). Rakor tersebut menjadi momentum taaruf sekaligus membangun koordinasi dan sinergi internal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Dalam pertemuan tersebut, Munaamul Azizid memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran KUA Sumber dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang baik. Menurutnya, pelayanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kontribusi dari seluruh unsur di lingkungan KUA.

    Ia mengajak seluruh ASN untuk saling mendukung dan berkontribusi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai kebutuhan masyarakat, baik dalam pelayanan, penyuluhan maupun layanan keagamaan lainnya, diharapkan dapat terakomodasi dengan baik.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling mendukung dan berkontribusi. KUA ini adalah rumah bersama, sehingga seluruh kebutuhan masyarakat harus kita layani dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga berbagi pengalaman selama menjalankan tugas dan pengabdian di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Probolinggo. Sebelum dipercaya memimpin KUA Sumber, Munaamul Azizid pernah menjalankan tugas di sejumlah bidang, antara lain urusan kepegawaian dan Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).

    Pengalamannya juga diperoleh melalui penugasan di sejumlah KUA di wilayah Kota Probolinggo. Ia pernah bertugas di KUA Kecamatan Mayangan, Kademangan, dan Wonoasih, sebelum kemudian mengakhiri penugasannya di KUA Kecamatan Kedopok.

    Berbekal pengalaman tersebut, Munaamul Azizid berharap dapat melanjutkan pengabdian dengan membangun kerja sama yang baik bersama seluruh jajaran KUA Sumber. Ia menilai kekompakan internal menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, responsif, dan berdampak.

    “Semoga dengan kerja sama yang baik di jajaran keluarga besar KUA Sumber, kita dapat menjadikan KUA Sumber lebih prima dan semakin berdampak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas,” harapnya.

    Rakor perdana tersebut sekaligus menjadi langkah awal kepemimpinan Munaamul Azizid di KUA Sumber. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, KUA Sumber diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    SUMBER, 02 September 2026 – Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumber menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu pagi (02/09/2026). Acara yang berlangsung dalam suasana khidmat dan hangat ini mengusung tema “Meneladani Rasulullah dalam Merajut Toleransi antar Umat Beragama” sebagai upaya memperkuat silaturahmi serta memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sumber, Fadlur Rahman, S.H. Peringatan ini diselenggarakan sebagai wadah refleksi bersama untuk meneladani nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, terutama dalam konteks kehidupan beragama yang harmonis di wilayah Kecamatan Sumber.

    Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi lintas sektoral turut hadir dalam acara ini. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sumber, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Sumber, serta Ketua Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sumber hadir bersama jajaran staf masing-masing.

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan sinergi dan kolaborasi antarlembaga di tingkat kecamatan.

    Selain unsur instansi pemerintah, jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Kecamatan Sumber yang dipimpin langsung oleh ketuanya juga berpartisipasi aktif menghadiri seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

  • Peringati Hari Pramuka Nasional, Korwil Disdikdaya dan KUA Sumber Kolaborasi Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini

    Peringati Hari Pramuka Nasional, Korwil Disdikdaya dan KUA Sumber Kolaborasi Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini

    Kontributor : Choirul Anam | Editor : Tim Redaksi Bimas Islam

    SUMBER, (14 Agustus 2026) – Koordinator wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikdaya) Kecamatan Sumber, H. Asis M. Pd. resmi membuka Lomba Prestasi Siaga dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional pada Jumat (14/8/2026). Kompetisi yang diinisiasi oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Sumber ini melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga kelas 3 dari seluruh wilayah kecamatan setempat.

    Dalam sambutannya, Korwil Disdikdaya menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme generasi muda.

    Peringatan tahun ini secara khusus diorientasikan untuk Pramuka Siaga (anggota usia 7 hingga 10 tahun) dengan mengusung tema “Prestasi Siaga Kwarran Sumber; Ceria, mandiri, berkarakter dan berprestasi” kegiatan lomba ini menjadi ajang prestasi dan sebagai ruang apresiasi bagi tumbuh kembang dan penanaman nilai-nilai kepanduan pada anak usia dini.

    Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Sumber Bambang Hermanto, Kapolsek, serta Danramil Sumber. Selain jajaran pimpinan daerah, jajaran Penyuluh Agama Islam beserta keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber juga hadir sebagai undangan, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan program MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi).

    Melalui sinergi lintas instansi ini, perayaan Hari Pramuka di Kecamatan Sumber tidak hanya menjadi ajang kompetisi fisik dan ketangkasan semata. Kegiatan ini berhasil dikembangkan menjadi sarana edukasi moral yang komprehensif, di mana penanaman karakter kepanduan dipadukan langsung dengan pembentukan dasar-dasar integritas antikorupsi sejak usia sekolah.

  • KUA Sumber Sosialisasikan Gerakan MAHAR: Tegaskan Pelayanan Nikah dan Wakaf Bebas Gratifikasi

    KUA Sumber Sosialisasikan Gerakan MAHAR: Tegaskan Pelayanan Nikah dan Wakaf Bebas Gratifikasi

    Kontributor : Muhammad Sidratul Muntaha, S.H. / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    SUMBER, (06 Agustus 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber melayani konsultasi pernikahan warga Desa Sumber sekaligus pengurusan administrasi wakaf warga Desa Tukul, Kamis pagi (06/08/2026). Pelayanan intensif ini diintegrasikan dengan sosialisasi program Gerakan MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi) sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan publik yang transparan, akuntabel, serta bebas pungutan liar.

    Penghulu KUA Kecamatan Sumber, Muhammad Sidratul Muntaha, S.H, menerima langsung kunjungan warga Desa Sumber yang berkonsultasi mengenai prosedur serta persyaratan pernikahan. Dalam kesempatan tersebut, penjelasan teknis disampaikan secara ramah dan mudah dipahami dengan berpedoman pada Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. Di sela-sela sesi konsultasi, Sidratul turut menyampaikan pentingnya Gerakan MAHAR guna membentengi instansi dari praktik gratifikasi.

    Pada momen yang sama, jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sumber yang terdiri dari Akhsin Zainuri, S.Pd., Alfun Na’im, S.Pd., dan Ahmad Affandi, S.Pd memberikan pelayanan kepada warga Desa Tukul terkait penanganan berkas dan administrasi perwakafan. Layanan diberikan secara sigap, solutif, serta transparan. Para penyuluh memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengedukasi warga mengenai kepatuhan terhadap regulasi perwakafan sekaligus menegaskan komitmen penolakan gratifikasi.

    Melalui edukasi ini, para petugas KUA Kecamatan Sumber menyampaikan bahwa seluruh proses layanan keagamaan dilaksanakan sesuai aturan resmi tanpa adanya beban biaya tambahan di luar ketentuan hukum. Langkah ini menjadi strategi KUA Kecamatan Sumber untuk membangun budaya birokrasi yang bersih di tingkat kecamatan.

    Dengan adanya integrasi antara pelayanan aktif dan edukasi pencegahan gratifikasi ini, pihak KUA Kecamatan Sumber berharap pemahaman masyarakat mengenai hukum keagamaan terus meningkat. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan dan kenyamanan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama.

  • Belajar Tak Harus Tersekat Ruang Kelas: Ratusan Siswa Antusias Ikuti Outbound Training Pena Bangsa Juara

    Belajar Tak Harus Tersekat Ruang Kelas: Ratusan Siswa Antusias Ikuti Outbound Training Pena Bangsa Juara

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat

    LECES, (03 Agustus 2026) – Edukasi dan pembentukan karakter generasi muda saat ini tidak lagi sebatas bertumpu pada dinding-dinding ruang kelas. Memahami pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman nyata, Majelis Taklim Muslimah bekerja sama dengan Takmir Masjid Al Kautsar Leces Permai Probolinggo menggelar kegiatan bertajuk Outbound Training Pena Bangsa Juara.

    Kegiatan yang berlangsung semarak di objek wisata Taman dan Pemandian Ayu Rejeki tersebut diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari lintas jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas. Para peserta terdiri dari siswa-siswi SD Sumber Kedawung, SMP Leces, serta SMA Leces.

    Sejak pagi, antusiasme peserta tampak tinggi. Pendampingan melekat dari para guru, panitia penyelenggara, hingga jajaran Takmir Masjid Al Kautsar turut mengawal jalannya seluruh rangkaian acara agar berlangsung kondusif dan penuh keceriaan.

    Penanaman Nilai Karakter Islami

    Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Sumber, Khoirul Anam, S.Pd memberikan sesi edukasi dan penanaman karakter Islami. Dalam pemaparannya, Khoirul menekankan dua pilar utama pembentukan moral peserta didik, yakni urgensi menuntut ilmu dan pentingnya sikap hormat serta patuh kepada orang tua dan guru.

    “Pendidikan karakter adalah pondasi utama. Pintar secara akademis saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan akhlakul karimah serta rasa hormat kepada orang tua dan pendidik yang telah membimbing mereka,” ujarnya.

    Tadabbur Alam Lewat Permainan Edukatif

    Usai menerima materi penguatan karakter dan menikmati santap siang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan agenda tadabbur alam. Mengusung konsep permainan interaktif yang dirancang khusus oleh panitia, para siswa diajak untuk lebih mengenal dan menyatu dengan alam sekitar.

    Melalui berbagai permainan ketangkasan dan kerja sama tim, para peserta tidak hanya ditantang secara fisik dan mental, tetapi juga diajarkan nilai-nilai kebersamaan, kepemimpinan, kejujuran, serta kepedulian terhadap lingkungan.

    Langkah kolaboratif antara Majelis Taklim Muslimah dan Takmir Masjid Al Kautsar ini diharapkan dapat menjadi rujukan model edukasi luar ruang (outdoor learning) yang efektif, menyenangkan, sekaligus berbobot dalam menggembleng mentalitas dan akhlak generasi penerus bangsa.

  • Dari “Aku & Kamu” Menjadi “Kita”: Ikhtiar KUA Sumber Menenun Keluarga Tangguh

    Dari “Aku & Kamu” Menjadi “Kita”: Ikhtiar KUA Sumber Menenun Keluarga Tangguh

    Kontributor : Muhammad Sidratul Muntaha, S.H. / Editor : Lutfi Hidayat

    SUMBER, (30 Juli 2026) – Riuh rendah perbincangan pelan terdengar di sudut ruang Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber pada Kamis pagi (30/07/2026). Di sana, puluhan pasang mata saling lempar senyum canggung, bersanding dengan pasangan masing-masing.

    Mereka datang bukan sekadar untuk mencatatkan nama atau menyelesaikan berkas administrasi akad nikah, melainkan untuk melangkah ke sebuah perjalanan baru: meluruhkan ego “aku” dan “kamu” demi melebur menjadi satu kata yang utuh, “kita.”

    Melalui Bimbingan Perkawinan (Binwin) bertajuk “Dari Aku & Kamu Menjadi Kita”, KUA Sumber siapkan langkah awal rumah tangga bahagia dengan terus berikhtiar mengubah wacana pernikahan agar tak berhenti di atas kertas “buku nikah”. Suasana bimbingan dikemas hangat dan interaktif—jauh dari kesan kaku sebuah seminar formal.

    Rumah tangga yang kuat tidak berdiri hanya karena cinta saat masa kasmaran, tetapi dibangun di atas pondasi komunikasi, komitmen, dan kesiapan mental yang matang.

    Para calon pengantin diajak menyelami realitas kehidupan pascanikah yang penuh dinamika. Tidak hanya diajarkan cara memelihara kehangatan lewat teknik komunikasi efektif, mereka juga dibekali strategi manajemen konflik secara damai. Sebuah keterampilan krusial yang kerap menjadi batu sandungan bagi pasangan muda ketika romantisme awal pernikahan mulai diuji oleh realitas harian.

    Namun, membangun benteng rumah tangga tak cukup hanya dengan modal rasa dan spiritual. KUA Kecamatan Sumber paham betul bahwa ketahanan keluarga juga ditopang oleh kesehatan fisik dan tata kelola domestik yang prima.

    Dalam bimbingan ini, kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting juga menjadi salah satu perhatian utama. Para calon pengantin diberi pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga gizi dan kesehatan sejak sebelum kehamilan. Langkah preventif ini ditanamkan agar setiap pasangan tidak hanya siap melahirkan keturunan, tetapi juga mampu melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

    Tak kalah penting, urusan dapur dan finansial juga dikupas tuntas. Edukasi mengenai manajemen keuangan keluarga secara bijak disampaikan sebagai bekal agar roda rumah tangga dapat berputar stabil, beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai jangkar moral keluarga.

    Pihak KUA Kecamatan Sumber menegaskan bahwa kegiatan Binwin ini diselenggarakan bukan sebagai formalitas demi selembar sertifikat nikah. Lebih dari itu, bimbingan ini adalah kawah candradimuka agar setiap calon pengantin memiliki peta jalan yang jelas sebelum mengikrarkan janji suci di hadapan penghulu.

    Saat sesi berakhir, riak kecemasan di wajah para peserta perlahan surut, berganti dengan binar keyakinan. Hari itu, di KUA Kecamatan Sumber, puluhan pasangan tidak hanya pulang membawa dokumen persyaratan nikah, tetapi juga membawa bekal pengetahuan, kelapangan dada, dan keteguhan hati untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang mandiri, harmonis, dan berkelanjutan.

  • MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi); Komitment KUA Sumber wujudkan Zona Integritas dan Pelayanan Prima

    MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi); Komitment KUA Sumber wujudkan Zona Integritas dan Pelayanan Prima

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat

    SUMBER, 23 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Pada Kamis (23/7), KUA Sumber sukses menggelar agenda rutin Pemeriksaan Nikah yang dirangkai langsung dengan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara mandiri.

    Meski kegiatan kali ini hanya diikuti oleh 2 pasang calon pengantin (catin), keterbatasan jumlah peserta tidak menyurutkan semangat jajaran KUA Sumber. Aparatur KUA tetap memberikan pelayanan yang profesional, ramah, serta sepenuh hati demi memastikan seluruh tahapan persiapan pernikahan berjalan dengan lancar.

    Tahap awal diawali dengan verifikasi dan pemeriksaan keabsahan berkas pernikahan secara ketat. Penghulu KUA Sumber, Muhammad Sidratul Muntaha, memimpin langsung proses ini dengan teliti dan mendalam guna memastikan seluruh dokumen administrasi para catin telah memenuhi ketentuan hukum keagamaan maupun regulasi negara yang berlaku.

    Usai pemeriksaan berkas dinyatakan lengkap dan sah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bimbingan pranikah (Bimwin). Sesi kali ini dibimbing langsung oleh Penyuluh Agama Islam Muhammad Ridwan dan Alfun Na’im, yang menyampaikan materi pembekalan secara interaktif dan komunikatif.

    Dalam pemaparannya, para penyuluh menekankan pentingnya pembekalan pranikah sebagai fondasi utama sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Edukasi ini mencakup aspek kesiapan mental, spiritual, manajemen konflik keluarga, hingga pengetahuan dasar terkait kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak-kewajiban suami istri.

    Suasana bimbingan yang berlangsung hangat dan dialogis ini dimanfaatkan secara optimal oleh calon pengantin untuk berkonsultasi. Meskipun dalam kelompok kecil, ruang diskusi justru terasa lebih personal sehingga materi yang disampaikan dapat diserap dengan lebih efektif dan mendalam oleh para peserta.

    Melalui kegiatan ini, KUA Sumber menegaskan komitmennya untuk selalu menghadirkan pelayanan prima dan edukasi terbaik bagi masyarakat. Berapa pun jumlah peserta yang hadir, integritas dan mutu pelayanan akan terus dijaga dengan akronim MAHAR (Mari Hindari Aksi Gratifikasi) sebagai wujud komitmen pelayanan Prima dalam rangka pembangunan zona integritas dilingkungan KUA

  • Perjuangan KUA Sumber Melayani Masyarakat, Binwin di KUA Nikah di Lereng Gunung

    Perjuangan KUA Sumber Melayani Masyarakat, Binwin di KUA Nikah di Lereng Gunung

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat

    SUMBER, 23 juli 2026 – Penyuluh Agama Islam KUA Sumber melakukan Bimbingan Perkawinan pada calon pengantin (Catin) yg sudah mendaftar pernikahan di KUA setempat. Kegiatan ini untuk memastikan pasangan catin telah siap secara mental dan spiritual dalam mengarungi rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah.

    Pasangan calon pengantin dibekali dengan berbagai macam pengetahuan seputar kewajiban dan hak masing-masing dalam berumah tangga sebagai pasangan baru yang akan melakukan akad nikah nanti. Penyuluh Agama Islam KUA Sumber turut serta meyakinkan pasangan catin sekalipun tantangan hidup berumah tangga tidaklah mudah dilalui, namun dengan kiat-kiat dan konsep yang mapan, akan menjadi rumah tangga yg kokoh dan mapan.

    Sementara PLT Kepala KUA Sumber, Fadlul Rohman, SH secara langsung turun ke desa Rambaan tepatnya di Dusun Tosari guna menjalankan permintaan warga yang akan melangsungkan akad nikah di rumah mempelai pengantin perempuan.

    Kendati kondisi medan dan jalan yang cukup berat menanjak serta berliku penuh risiko, namun dengan semangat tinggi sebagai pelayanan masyarakat tetap dilakukan sebagai pelayanan prima pada masyarakat, sehingga prosesi acara akad nikah berjalan dengan lancar dan khidmat.

    “Medan yang berat dengan kondisi akses tranportasi yang sulit karena berada di pegunungan, tidak menyurutkan kami para pelayan masyarakat di KUA Sumber, untuk terus dapat melayani secara baik. Karena senyum dan kepuasan masyarakat kepada petugas KUA, adalah sebuah kebanggaan tersendiri,” ungkap Fadlul Rohman, Penghulu asal Kabupaten Situbondo ini.

  • Ikrar Wakaf Masjid Al Awwabin di Pegunungan Tengger Kecamatan Sumber

    Ikrar Wakaf Masjid Al Awwabin di Pegunungan Tengger Kecamatan Sumber

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat

    SUMBER, 21 Juli 2026 – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pelaksanaan penandatanganan Akta Ikrar Wakaf (AIW) untuk Masjid Al-Awwabin yang terletak di Desa Cepoko, Kecamatan Sumber, Selasa pagi (21/07/2026).

    Prosesi ikrar wakaf oleh wakif dan pembacaan sumpah jabatan oleh para Nazhir berlangsung secara khidmat yang dipimpin langsung oleh Penjabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I.

    Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh Kepala KUA Sumber, Fadlur Rahman, S.H, Kepala Desa Cepoko, Sakri, beserta jajaran ASN KUA Kecamatan Sumber dan para tokoh masyarakat setempat.

    ​Pelaksanaan ikrar wakaf ini merupakan langkah strategis dalam memberikan kepastian hukum dan legalitas atas status tanah tempat berdirinya Masjid Al-Awwabin di kawasan pegunungan dengan warga Muslim minoritas.

    “Dengan terbitnya Akta Ikrar Wakaf, keberadaan masjid ini terlindungi secara hukum dan agama, sehingga dapat terus dimanfaatkan secara aman, nyaman, dan berkelanjutan sebagai pusat ibadah serta pengembangan syiar Islam bagi masyarakat Desa Cepoko,” ungkap Yazid.

    Sebagai informasi, Kecamatan Sumber merupakan kawasan pegunungan Tengger dengan keramahan warga Suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Perbedaan keyakinan agama di kawasan tersebut tidak menjadi penghalang terjalinnya persatuan antar warganya.

    Warga Suku Tengger terbukti mampu menampilkan harmoni keselarasan, keseimbangan dan kekerabatan sebagai masyarakat beradab dengan saling menjaga toleransi di tengah perbedaan.