Author: KUA Kuripan

  • BIMWIN KUA Kec. Kuripan Angkat Tema Kompleksitas Rumah Tangga

    BIMWIN KUA Kec. Kuripan Angkat Tema Kompleksitas Rumah Tangga

    Kontributor : Awaludin Ridlo, S.H. | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    KURIPAN, (31 Agustus 2026) –Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, melaksanakan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin pada Senin (31/8/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di KUA Kecamatan Kuripan tersebut diikuti oleh delapan pasangan calon pengantin atau sebanyak enam belas orang dan dihadiri oleh penghulu serta penyuluh agama KUA Kecamatan Kuripan.

    Dinamika Rumah Tangga yang Kompleks sebagai Warna untuk Mewarnai Kehidupan Keluarga menjadi tema yang diangkat sebagai materi pada bimbingan perkawinan. Tema tersebut membahas berbagai kondisi yang berpotensi dihadapi pasangan dalam menjalani kehidupan keluarga, termasuk perbedaan karakter, pola pikir, kebiasaan, serta persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam kegiatan tersebut, penghulu dan penyuluh agama memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya kesiapan dalam menghadapi dinamika rumah tangga. Kehidupan keluarga dipandang memiliki beragam situasi yang membutuhkan kemampuan pasangan untuk saling memahami, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara bersama.

    Materi bimbingan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghargai dalam kehidupan rumah tangga. Perbedaan antara suami dan istri diharapkan dapat dikelola secara bijaksana sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.

    Selain kesiapan emosional, calon pengantin diberikan pemahaman bahwa kehidupan perkawinan juga berkaitan dengan tanggung jawab bersama. Suami dan istri perlu memahami hak dan kewajiban masing-masing serta memiliki komitmen untuk menjaga keharmonisan dan keberlangsungan keluarga.

    Kegiatan bimbingan perkawinan dilaksanakan sebagai bentuk pembekalan bagi calon pengantin agar memiliki gambaran yang lebih realistis mengenai kehidupan setelah menikah. Dengan pemahaman tersebut, calon pasangan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang mungkin terjadi dalam perjalanan rumah tangga.

    Melalui bimbingan tersebut, KUA Kecamatan Kuripan berupaya memberikan edukasi pranikah kepada calon pengantin agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam membangun keluarga. Dinamika kehidupan rumah tangga diharapkan dapat dipahami sebagai bagian dari proses kehidupan bersama yang perlu dihadapi dengan komunikasi, tanggung jawab, saling menghargai, dan komitmen.

  • Perkuat Pelayanan Masyarakat, KUA Kuripan Kolaborasi Lintas Sektor

    Perkuat Pelayanan Masyarakat, KUA Kuripan Kolaborasi Lintas Sektor

    Kontributor : Fadlur / Editor : Lutfi Hidayat

    KURIPAN, (30 Juli 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan koordinasi lintas sektor bertajuk “Bersama Melayani Masyarakat” pada Kamis (30/7/2026) pukul 09.00 WIB di Balai Nikah KUA Kecamatan Kuripan. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pernikahan, pembinaan keluarga, serta penguatan ketahanan rumah tangga.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Kuripan Fadlur Rahman, S.H., Ibu Camat Kuripan Kurnia Holis beserta staf, Kepala Puskesmas Kuripan dr. Anum Budinigsi beserta staf, perwakilan PKK Kecamatan Kuripan Pokja I Susilowati, serta perwakilan PLKB Kecamatan Kuripan Tiara Putri dan Multazam.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Kuripan Fadlur Rahman, S.H., menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pembinaan masyarakat, terutama terkait persiapan pernikahan dan kehidupan berkeluarga, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar edukasi yang diberikan dapat lebih menyeluruh dan tepat sasaran.

    “Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Edukasi tentang pernikahan dan rumah tangga perlu dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab,” ujar Fadlur Rahman dalam sambutannya.

    Sementara itu, Ibu Camat Kuripan Kurnia Holis dalam sambutan berikutnya menyampaikan apresiasi terhadap upaya KUA Kecamatan Kuripan dalam membangun koordinasi dengan berbagai unsur terkait. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik akan berjalan lebih optimal apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mendampingi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

    Menurutnya, pembinaan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, tetapi membutuhkan peran bersama dari berbagai lini atau sektor, termasuk pemerintah kecamatan, KUA, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan juga BKKBN. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapan pernikahan, kesehatan keluarga, serta pengelolaan kehidupan rumah tangga.

    Melalui kegiatan koordinasi lintas sektor ini, KUA Kecamatan Kuripan bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dalam memberikan pelayanan yang terpadu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah, sehat, dan sejahtera di wilayah Kecamatan Kuripan.

  • BIMWIN KUA Kuripan, Bekali Calon Pengantin Membangun Keluarga Sakinah Maslahat Berbasis Problem Solving

    BIMWIN KUA Kuripan, Bekali Calon Pengantin Membangun Keluarga Sakinah Maslahat Berbasis Problem Solving

    Kontributor : Fadlur Rohman, SH / Editor : Lutfi Hidayat

    Kuripan, (30 Juli 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuripan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin Kamis pagi (30/07/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali tujuh pasang calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun keluarga sakinah maslahat melalui pendekatan problem solving.

    Bimbingan menghadirkan tiga narasumber dari bidang kesehatan, keluarga berencana, dan penyuluhan agama untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kehidupan berumah tangga.

    Materi pertama disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Kuripan, dr. Anum tentang Rumah Tangga Sehat. Dalam paparannya, dr. Anum menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental pasangan sebagai fondasi kehidupan keluarga. Ia juga menekankan perlunya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan reproduksi, serta membangun komunikasi yang baik sebagai upaya menciptakan keluarga yang berkualitas.

    Materi kedua disampaikan oleh Tiara Putri, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kuripan, dengan materi Perencanaan dalam Rumah Tangga Anti KDRT. Ia menjelaskan bahwa perencanaan keluarga yang matang, komunikasi yang terbuka, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang harmonis sekaligus mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah menjadi salah satu kunci terciptanya keluarga yang aman dan saling menghormati.

    Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Ustadz Nur Rohmad, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuripan, dengan materi Keluarga yang Berpedoman pada Akhlakul Karimah. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai akhlak mulia, seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, saling menghargai, dan kasih sayang, menjadi pedoman utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga.

    Melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Kuripan berupaya meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam memasuki kehidupan berumah tangga. Pembekalan yang mencakup aspek kesehatan, perencanaan keluarga, dan pembinaan keagamaan diharapkan mampu menjadi bekal bagi peserta dalam membangun keluarga yang sakinah, maslahat, serta memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana melalui pendekatan problem solving.